Tahun Baru Imlek 2026 menjadi salah satu momen penting bagi masyarakat Tiongkok dan komunitas Tionghoa di seluruh dunia. Liburan ini tidak hanya menjadi waktu berkumpul keluarga, tetapi juga menjadi kesempatan bagi banyak orang untuk melakukan perjalanan jauh atau berlibur ke tempat yang lebih menarik.
Mulai dari 15 Februari 2026, perayaan ini berlangsung selama sembilan hari, memberikan banyak kesempatan bagi orang-orang untuk melakukan mudik. Menurut laporan terbaru, ada peningkatan signifikan perjalanan internasional selama liburan ini, dengan banyak warga Tiongkok yang memilih tujuan ke luar negeri.
Data yang dikumpulkan menunjukkan bahwa perjalanan ke luar negeri, khususnya ke Australia, mengalami lonjakan yang cukup dramatis. Ini menunjukkan bagaimana sektor pariwisata mulai pulih pasca-pandemi, dengan semakin banyak orang yang berani bepergian kembali.
Penerbangan internasional juga menunjukan peningkatan kapasitas yang cukup signifikan dibandingkan tahun sebelumnya, memberikan sinyal positif tentang kebangkitan industri pariwisata. Meskipun demikian, kondisi ini tidak sama di semua negara, di mana beberapa negara justru mengalami penurunan minat dari wisatawan Tiongkok.
Jepang, misalnya, sedang berada dalam situasi yang kurang menguntungkan terkait ketegangan politik yang sedang terjadi. Banyak wisatawan Tiongkok yang sebelumnya menjadikan Jepang sebagai tujuan utama, kini mulai mengalihkan perhatian mereka ke destinasi lain yang dianggap lebih aman.
Peningkatan Perjalanan Internasional Selama Tahun Baru Imlek
Selama Tahun Baru Imlek 2026, perusahaan travel Trip.com Group melaporkan lonjakan yang signifikan dalam perjalanan internasional dari Tiongkok. Banyak wisatawan yang kembali memilih untuk bepergian ke luar negeri setelah beberapa tahun terjebak dalam pembatasan perjalanan akibat pandemi.
Penerbangan internasional menunjukkan peningkatan sebesar sembilan persen dalam kapasitas dibandingkan dengan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan untuk perjalanan internasional mulai pulih, bahkan melebihi angka pra-pandemi.
Berdasarkan data penerbangan, kilometer kursi yang tersedia di penerbangan internasional kini mencapai sekitar setengah dari total kapasitas. Kenyataan ini membuat banyak maskapai penerbangan berupaya untuk memenuhi permintaan yang terus meningkat ini.
Tujuan populer seperti Australia menunjukkan lebih dari 100 persen peningkatan pengunjung dari tahun lalu. Ini menjadi salah satu yang mempengaruhi kebangkitan sektor pariwisata di negara tersebut serta berdampak sosial-ekonomi yang lebih luas.
Hal ini juga dapat mendorong terciptanya berbagai peluang baru dalam industri, terutama bagi sektor penerbangan dan akomodasi. Melihat data ini, berbagai negara mulai beradaptasi dengan kebutuhan wisatawan yang semakin beragam.
Ketegangan Politik Memengaruhi Wisata ke Jepang
Selain peningkatan perjalanan internasional, terdapat juga situasi yang lebih kompleks di mana keinginan wisatawan Tiongkok untuk mengunjungi Jepang mengalami penurunan. Ketegangan politik yang tengah berlangsung antara Tiongkok dan Jepang telah berdampak pada minat wisatawan.
Berdasarkan data, penerbangan ke Jepang menunjukkan penurunan tajam hingga 49,2 persen dibandingkan tahun lalu. Banyak wisatawan yang memilih untuk tidak mengunjungi Jepang karena faktor keselamatan dan berita negatif yang beredar.
Ketidakpastian yang dialami oleh wisatawan ini telah mendorong maskapai untuk memperluas kebijakan pengembalian dana dan perubahan rute, mengingat banyaknya pembatalan perjalanan ke Jepang. Ini adalah langkah yang diambil untuk melindungi kepentingan pelanggan dan menjaga reputasi maskapai penerbangan.
Situasi ini juga menggambarkan bagaimana hubungan internasional dapat langsung mempengaruhi sektor pariwisata. Wisatawan yang sebelumnya menyukai Jepang sebagai tujuan liburan utama kini mulai mencari destinasi alternatif yang lebih aman dan ramah.
Perubahan perilaku wisatawan ini dapat memengaruhi ekonomi lokal di Jepang, terutama yang bergantung pada industri pariwisata. Dalam jangka panjang, hal ini bisa memengaruhi hubungan yang lebih luas antara kedua negara.
Prognosis untuk Sektor Pariwisata di Masa Depan
Dengan mulai pulihnya perjalanan internasional selama Tahun Baru Imlek, ada harapan besar untuk sektor pariwisata global. Namun, itu juga menunjukkan pentingnya stabilitas politik dan hubungan internasional yang baik untuk menarik wisatawan.
Pengusaha di sektor pariwisata harus siap menghadapi tantangan yang akan datang, terutama dengan situasi yang tidak menentu. Memastikan keselamatan dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama yang harus dipertimbangkan.
Inovasi dalam penawaran produk dan layanan juga akan menjadi kunci untuk menarik kembali wisatawan. Hal ini termasuk memperbanyak opsi perjalanan yang fleksibel dan meningkatkan pengalaman perjalanan secara keseluruhan.
Tantangan yang saat ini dihadapi oleh Jepang bisa menjadi pelajaran penting bagi negara-negara lain. Hal ini menegaskan bahwa ketegangan internasional dapat memiliki dampak langsung pada daya tarik destinasi pariwisata dan perilaku wisatawan.
Di sisi lain, negara-negara yang mampu menciptakan hubungan baik dan menjaga iklim yang aman untuk wisatawan akan dapat mengoptimalkan potensi pariwisata mereka. Dengan demikian, perspektif lembaga pariwisata global dapat beradaptasi dengan kebutuhan dan harapan pengguna.















