loading…
Workshop Pendidikan Anak Usia Dini yang digelar Trehaus School Jakarta, bersama Association of National and Private Schools (ANPS). Foto/Istimewa.
JAKARTA – Trehaus School Jakarta bekerja sama dengan Association of National and Private Schools (ANPS) menggelar workshop pendidikan anak usia dini yang menyoroti pentingnya pembelajaran sosial-emosional (social-emotional learning/SEL) dan kecerdasan emosional bagi anak. Kegiatan ini menjadi wadah bagi para orang tua dan pendidik untuk memperdalam pendekatan dalam mendidik generasi muda terkait aspek emosional yang krusial dalam tumbuh kembang mereka.
Dalam workshop ini, para peserta diajak untuk terlibat dalam diskusi yang mendalam mengenai pengembangan kemampuan sosial-emosional anak. Diharapkan, melalui pembelajaran yang efektif, mereka dapat mengimplementasikan konsep-konsep yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah maupun di lingkungan pendidikan.
Sesi pertama bertema “Raising Emotionally Intelligent Children Through Mindfulness” yang dipandu oleh Shareen Ratnani, seorang ahli dalam pendidikan anak. Di sini, peserta diajak untuk memahami bagaimana implementasi mindfulness bisa menjadi cara efektif untuk meningkatkan kecerdasan emosional anak dan membangun daya tahan diri mereka sejak dini.
Sesi kedua, yang berjudul “The Heart of Social-Emotional Learning: Connecting Deeply with Young Children,” dipresentasikan oleh Elizabeth Wu. Dalam sesi ini, diungkapkan betapa pentingnya menciptakan hubungan yang kuat dan penuh empati antara orang dewasa dan anak, berdasarkan prinsip mendengarkan dan kehadiran yang penuh perhatian.
Pentingnya Pembelajaran Sosial-Emosional bagi Anak
Pembelajaran sosial-emosional sangat penting untuk perkembangan anak, karena memberikan dasar yang kokoh untuk keterampilan hidup mereka. Dengan memahami emosi dan cara mengelolanya, anak-anak dapat mengembangkan hubungan yang lebih baik dengan lingkungan di sekitarnya.
Pembelajaran ini tidak hanya berkaitan dengan pengenalan diri, tetapi juga tentang bagaimana berinteraksi dengan orang lain. Selama workshop, banyak orang tua yang menyadari bahwa membekali anak-anak mereka dengan kecerdasan emosional dapat membantu mereka menghadapi tantangan sosial di masa depan.
Pentingnya pemahaman akan emosi sejak dini menjadi fokus utama pembicara, yang menekankan bahwa keterampilan emosional yang kuat mampu memengaruhi keberhasilan akademis dan sosial anak. Dengan mengadopsi teknik-teknik tertentu, anak-anak memiliki peluang lebih besar untuk berkembang dengan baik di lingkungan sosial mereka.
Strategi Mengajarkan Kecerdasan Emosional kepada Anak
Salah satu strategi yang dibahas adalah implementasi mindfulness dalam keseharian. Mindfulness dapat membantu anak-anak menjadi lebih sadar akan pikiran dan perasaan mereka. Teknik ini juga mengajarkan anak untuk lebih tenang dan tidak reaktif terhadap situasi yang menuntut mereka beradaptasi.
Melalui kegiatan interaktif, orang tua dan pendidik belajar bagaimana menciptakan ruang yang aman untuk anak-anak mengungkapkan emosi mereka. Ini termasuk menciptakan komunikasi yang terbuka dan mendengarkan dengan empati, sehingga anak merasa dihargai dan dimengerti.
Penampilan praktisi dalam sesi ini memberikan inspirasi bagi para peserta untuk menerapkan metode tersebut di rumah. Dengan latihan yang konsisten, anak-anak akan lebih mudah mengidentifikasi dan mengekspresikan perasaan mereka secara positif.
Hubungan Antara Pelajaran Emosional dan Prestasi Anak
Hubungan antara pembelajaran emosional dan prestasi anak sudah terbukti melalui berbagai penelitian. Anak yang terampil dalam mengelola emosi cenderung memiliki performa akademis yang lebih baik. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa mereka lebih mampu berfokus dan mengatasi stres.
Pendidikan sosial-emosional yang efektif tidak hanya meningkatkan kecerdasan emosional, tetapi juga mendorong pengembangan keterampilan sosial yang esensial. Anak-anak yang mampu bekerja sama dan berkolaborasi akan lebih siap untuk menghadapi tantangan di dunia yang semakin kompleks ini.
Melalui penyampaian yang menarik dan berbasis pada pengalaman pribadi, para narasumber menegaskan bahwa orang tua dan pendidik memegang peranan penting dalam menumbuhkan lingkungan yang kondusif. Dengan memberikan dukungan dan bimbingan yang tepat, anak-anak dapat mengeksplorasi dan mengembangkan potensi mereka secara optimal.
Kesimpulan: Membangun Generasi yang Empatik dan Tangguh
Pembelajaran sosial-emosional adalah salah satu aspek penting dalam pendidikan anak yang sering kali terabaikan. Melalui workshop ini, peserta dibekali pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mendukung perkembangan emosional anak-anak. Dengan menerapkan konsep-konsep yang dipelajari, mereka diharapkan dapat menciptakan generasi yang lebih empatik dan tangguh.
Investasi dalam kecerdasan emosional anak merupakan langkah menuju masa depan yang lebih baik. Dengan menyiapkan anak-anak untuk menghadapi kehidupan di tengah tantangan dan perubahan, kita memberikan mereka alat untuk sukses. Implementasi pembelajaran ini diharapkan tidak hanya terjadi di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan sehari-hari.
Secara keseluruhan, workshop ini memberikan wawasan yang berharga bagi semua yang terlibat dalam pendidikan anak. Selama interaksi, peserta dapat berbagi pengalaman dan belajar dari satu sama lain, memperkaya pemahaman mengenai pentingnya kecerdasan emosional.
















