Peribahasa “sudah jatuh tertimpa tangga” sepertinya sangat tepat menggambarkan pengalaman mengejutkan yang dialami oleh Dong Mingming, seorang wanita berusia 43 tahun. Dalam penerbangannya yang berlangsung selama enam jam dari Qingdao, Tiongkok, ke Singapura, ia mengalami insiden yang tidak terduga ketika sebuah kotak hadiah jatuh menimpanya, mengakibatkan cedera serius pada bagian kelopak matanya.
Insiden tersebut terjadi dua bulan lalu, tepatnya pada 5 November 2025, saat Dong terbang dengan penerbangan Scoot TR187. Ia menempati kursi tengah 13B, di mana momen buruk itu mulai terungkap ketika seorang penumpang pria bangkit dari kursinya dan membuka kompartemen atas tepat di atas kepalanya.
Setelah sekitar 30 menit lepas landas, Dong memutuskan untuk beristirahat dengan menutup matanya dan melepas kacamatanya. Tanpa diduga, sebuah benda berat menghantam kelopak mata kanannya, menyebabkan rasa sakit yang luar biasa dan mengakibatkan penglihatannya kabur.
Seorang anggota awak kabin segera menghampiri dan menawarkan es serta kapas beralkohol saat melihat keadaannya yang cukup mengkhawatirkan. Dong lalu menyadari bahwa kotak hadiah itulah yang menyebabkannya terluka. Cedera pada mata membuatnya sangat berhati-hati dan mengurangi gerakan agar tidak memperparah kondisinya.
Sepanjang sisa penerbangan, Dong berjuang menahan rasa sakit, di mana kelopak matanya mulai membengkak dan berkedut. Keadaan ini membawa efek pusing dan meningkatkan ketidaknyamanannya selama perjalanan.
Setelah pesawat mendarat di Bandara Changi sekitar pukul 15.15 waktu setempat, Dong langsung menuju Rumah Sakit Umum Singapura untuk mendapatkan penanganan medis. Di rumah sakit, dokter menemukan luka sepanjang 4 cm di kelopak matanya dan memberinya cuti sakit selama tiga hari untuk pemulihan.
Kejadian Penting Selama Penerbangan yang Mengagumkan
Insiden yang dialami Dong menyoroti pentingnya keselamatan penumpang di dalam pesawat. Kejadian seperti ini, meski jarang terjadi, bisa dialami siapa saja dalam berbagai situasi. Kecelakaan kecil yang melibatkan barang di kompartemen atas dapat berakibat serius, seperti yang dirasakan Dong.
Setiap penumpang di pesawat harus selalu berhati-hati ketika membuka atau menutup kompartemen atas. Kejadian ini menjadi pengingat krusial bahwa barang-barang yang disimpan di atas bisa jatuh kapan saja, terutama saat pesawat sedang bergerak, baik saat lepas landas maupun mendarat.
Di lain sisi, penyedia layanan penerbangan juga perlu mengevaluasi keamanan penyimpanan barang-barang di atas. Apakah ada protokol yang lebih baik untuk memastikan barang-barang tersebut tidak membahayakan penumpang lainnya? Pertanyaan ini layak untuk disoroti lebih lanjut.
Dampak Psikologis dari Insiden Cedera di Tengah Penerbangan
Cedera yang dialami Dong tidak hanya berdampak fisik, tetapi juga secara psikologis. Pengalaman traumatis seperti ini dapat menyebabkan ketakutan untuk terbang di masa depan. Banyak penumpang yang mengalami insiden tak terduga bisa merasa cemas setiap kali naik pesawat setelah mengalami kejadian serupa.
Hal ini menunjukkan bahwa penting bagi maskapai penerbangan untuk memberikan dukungan kepada penumpang yang mengalami insiden selama penerbangan. Terapi atau konseling mungkin diperlukan dalam beberapa kasus agar penumpang tidak terus-menerus terjebak dalam pengalaman buruk tersebut.
Dalam konteks yang lebih luas, setiap penumpang mungkin memiliki tanggung jawab untuk lebih waspada terhadap lingkungan sekitar dan mencegah kecelakaan. Kesadaran bersama dalam berbagi ruang di pesawat akan sangat berpengaruh dalam meningkatkan keselamatan.
Pentingnya Keselamatan Penerbangan dan Peraturan yang Diterapkan
Keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama bagi semua maskapai. Insiden seperti yang dialami Dong bisa menjadi peluang bagi pihak terkait untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. Penerapan regulasi yang lebih ketat mengenai barang yang boleh dibawa ke kompartemen atas menjadi hal yang perlu dipertimbangkan.
Pihak maskapai perlu berkolaborasi dengan badan regulasi penerbangan untuk memastikan bahwa setiap pesawat memenuhi standar keselamatan yang ditetapkan. Prosedur keselamatan tidak hanya mencakup pelatihan awak pesawat tetapi juga penumpang.
Memahami dan mengikuti semua peraturan keselamatan yang ada merupakan langkah penting bagi penumpang dalam mencegah insiden mengerikan. Ketika semua pihak bergerak bersama untuk menciptakan lingkungan penerbangan yang lebih aman, pengalaman terbang akan menjadi lebih nyaman dan tidak menakutkan.
















