loading…
Demetria Dahayu Kayla Didrika, seorang mahasiswa Fakultas Teknik Universitas Gadjah Mada (UGM), berhasil mencetak prestasi luar biasa sebagai lulusan S1 tercepat. Ia menamatkan program studinya hanya dalam waktu 3 tahun, 8 bulan, dan 5 hari, jauh lebih cepat dibandingkan rata-rata masa studi lulusannya yang mencapai 4 tahun 2 bulan.
Kayla, panggilan akrabnya, menunjukkan dedikasi yang tinggi terhadap pendidikan. Disiplin dalam mengelola waktu dan belajar menjadi kunci keberhasilan dalam menyelesaikan studi tepat waktu.
Semenjak awal perkuliahannya, Kayla telah menetapkan target yang jelas. Ia percaya bahwa pencapaian akademis tidak hanya bergantung pada bakat, tetapi juga pada usaha dan disiplin yang konsisten.
Pencapaian dan Dedikasi Kayla dalam Studi
Kayla memulai perjalanan akademisnya dengan semangat yang tak tergoyahkan. Ia aktif dalam berbagai kegiatan kuliah dan organisasi, sambil tetap menjaga fokus pada studinya di jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota. Hal ini menunjukkan bahwa ia mampu mengatur prioritas dengan baik.
Selama di UGM, Kayla tidak hanya berprestasi di bidang akademis, tetapi juga menunjukkan kepemimpinan dalam kegiatan kampus. Ia terlibat dalam berbagai proyek dan acara yang berkontribusi pada pengembangan diri serta meningkatkan jaringan profesionalnya.
Keberhasilan Kayla tentunya bukan kebetulan. Ia telah menetapkan strategi belajar yang menjadikannya sebagai contoh bagi mahasiswa lainnya. Strategi ini termasuk mengatur waktu belajar, berkolaborasi dengan teman, dan memanfaatkan sumber daya yang tersedia di kampus.
Tantangan yang Dihadapi dan Solusi yang Diterapkan
Meski memiliki banyak prestasi, Kayla tidak terlepas dari berbagai tantangan selama studinya. Salah satu tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara tugas akademik dan kegiatan non-akademik. Namun, ia selalu berhasil menemukan solusi yang efektif.
Kayla memanfaatkan teknologi untuk membantunya dalam belajar, seperti aplikasi manajemen waktu dan platform daring untuk diskusi kelompok. Dengan cara ini, ia dapat berkomunikasi dan bertukar ide dengan teman-teman sekelas tanpa harus terikat oleh waktu dan tempat.
Selain itu, dukungan dari dosen dan teman-teman juga berperan penting dalam keberhasilannya. Kayla aktif meminta masukan tentang tugas-tugasnya dan selalu berusaha memperbaiki diri setelah menerima kritik konstruktif.
Pentingnya Manajemen Waktu dalam Kesuksesan Akademis
Manajemen waktu menjadi salah satu faktor kunci untuk mencapai kesuksesan akademis, seperti yang ditunjukkan oleh perjalanan Kayla. Ia membuat jadwal harian yang seimbang antara kuliah, belajar mandiri, dan istirahat. Ini membantunya untuk tetap segar dan siap menghadapi setiap tantangan.
Kayla menerapkan prinsip “siapa cepat dia dapat” dalam studinya. Ia selalu berusaha untuk menyelesaikan tugas lebih awal, sehingga ia memiliki waktu luang untuk mereview materi yang telah dipelajari. Pendekatan ini membantu meningkatkan pemahaman dan mempermudah persiapan menghadapi ujian.
Dalam pengalamannya, Kayla menyadari bahwa tidak semua teknik manajemen waktu cocok untuk semua orang. Oleh karena itu, ia selalu bereksperimen dengan metode yang berbeda hingga menemukan yang paling efektif untuk dirinya.