Tidur yang cukup dan rutin berolahraga merupakan dua aspek vital dalam menjaga kesehatan. Namun, dengan kesibukan sehari-hari, banyak orang kesulitan untuk memprioritaskan keduanya secara bersamaan. Hal ini menimbulkan pertanyaan: mana yang lebih penting bagi kesehatan, tidur atau olahraga?
Studi terbaru yang dipublikasikan memberikan wawasan baru mengenai hubungan antara tidur dan aktivitas fisik. Penelitian ini menganalisis data jangka panjang dari ribuan individu dewasa untuk melihat interaksi antara pola tidur dan tingkat aktivitas fisik mereka.
Penelitian ini sudah dilakukan oleh tim peneliti di Flinders University, Australia, yang mengumpulkan data dari lebih dari 70 ribu dewasa selama lebih dari tiga tahun. Dengan menggunakan sensor tidur dan alat pengukur langkah harian, mereka mampu mengevaluasi hubungan antara kualitas tidur dan aktivitas fisik.
Pentingnya Tidur yang Berkualitas untuk Kesehatan
Tidur yang berkualitas berperan krusial dalam kesejahteraan fisik dan mental seseorang. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang tidur dengan waktu yang cukup cenderung memiliki kesehatan yang lebih baik secara keseluruhan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa selama tidur, tubuh melakukan perbaikan dan pemulihan sel.
Kurang tidur dapat memengaruhi suasana hati dan fungsi kognitif, menyebabkan stres dan kelelahan. Jika seseorang tidak mendapatkan tidur yang cukup, mereka lebih mungkin mengalami gangguan kesehatan, seperti obesitas dan diabetes.
Selain itu, tidur yang baik juga berdampak positif pada sistem kekebalan tubuh. Kemampuan tubuh untuk melawan infeksi dan penyakit meningkat ketika seseorang mendapatkan waktu tidur yang cukup dan berkualitas.
Aktivitas Fisik dan Pengaruhnya Terhadap Tidur
Olahraga rutin diketahui bisa mempengaruhi kualitas tidur secara positif. Dengan berolahraga secara teratur, individu cenderung merasakan tidur yang lebih nyenyak dan lebih mudah tidur. Aktivitas fisik dapat merangsang hormon yang membantu tidur lebih baik, seperti melatonin.
Menariknya, bukan hanya berapa banyak langkah yang diambil yang berpengaruh, tetapi juga jenis latihan yang dilakukan. Olahraga dengan intensitas sedang, seperti berjalan atau bersepeda, mampu meningkatkan kualitas tidur lebih baik dibandingkan aktivitas berat dalam jangka waktu yang singkat.
Akan tetapi, tantangan sering kali muncul bagi mereka yang memiliki jadwal sibuk. Ketika terlalu banyak fokus pada aktivitas fisik, waktu tidur sering diabaikan, yang dapat berakibat negatif pada kesehatan secara keseluruhan.
Hubungan Dua Arah antara Tidur dan Aktivitas Fisik
Penelitian menunjukkan adanya hubungan dua arah antara kualitas tidur dan aktivitas fisik. Tidur yang buruk dapat menurunkan semangat dan keinginan seseorang untuk berolahraga, sedangkan tidur yang baik membuat tubuh lebih bersedia untuk bergerak. Hal ini memperlihatkan bahwa menjaga keseimbangan antara kedua aspek ini sangat penting.
Sebagian besar partisipan studi menyadari bahwa mereka mengalami kesulitan dalam memenuhi kedua kebutuhan tersebut. Hanya sekitar 12,9 persen dari mereka yang berhasil tidur cukup dan beraktivitas fisik secara optimal pada waktu bersamaan.
Menarik observado, tidur dengan durasi enam hingga tujuh jam memiliki hubungan yang lebih signifikan dengan tingkat aktivitas fisik. Ini menunjukkan bahwa tidur yang berlebihan atau kurang dari pada jumlah yang disarankan dapat menghambat kinerja fisik di siang hari.
Strategi untuk Meningkatkan Kualitas Tidur dan Aktivitas Fisik
Untuk meningkatkan kualitas tidur, ada beberapa langkah yang dapat diambil. Pertama, menciptakan lingkungan tidur yang nyaman sangat penting. Kamar yang sejuk, gelap, dan bebas dari gangguan dapat membantu meningkatkan kualitas tidur.
Selain itu, membatasi penggunaan gadget sebelum tidur juga merupakan cara efektif untuk memperbaiki kualitas tidur. Paparan sinar biru dari layar dapat mengganggu produksi melatonin, yang sangat penting untuk tidur yang berkualitas.
Di sisi lain, merencanakan waktu untuk berolahraga setiap hari juga sangat dianjurkan. Dengan menyisihkan waktu khusus dalam sehari untuk beraktivitas fisik, individu dapat lebih mudah menjaga keseimbangan antara tidur dan olahraga.
















