Menuju tahun baru 2026, isu gizi menjadi salah satu fokus utama pemerintah, terutama dalam upaya meningkatkan kualitas makanan masyarakat. Dalam konteks ini, peringatan dan petunjuk bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sangat penting untuk memastikan program berjalan dengan baik.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang, menekankan pentingnya mematuhi pedoman yang telah ditetapkan. Pesan tersebut disampaikannya menjelang pembukaan program Makan Bergizi Gratis yang akan dilaksanakan pada 8 Januari 2026 mendatang.
Pentingnya Insentif dan Evaluasi Dapur SPPG
Nanik mengingatkan bahwa meskipun mitra sudah mendapatkan insentif sebesar Rp 6 juta per hari, evaluasi terhadap kualitas dapur tetap harus dilakukan. Hal ini bertujuan untuk memastikan semua komponen memenuhi standar yang telah ditetapkan, terutama dalam hal kebersihan dan kesehatan makanan.
“Evaluasi akan dilakukan untuk mengecek apakah dapur SPPG telah memenuhi kriteria yang ditentukan. Jika tidak, insentif yang diberikan bisa jadi akan dikurangi,” katanya dengan tegas.
Ini menunjukkan komitmen BGN dalam menjaga kualitas makanan yang disajikan kepada masyarakat. Dengan adanya insentif, diharapkan seluruh SPPG dapat memanfaatkan dana tersebut dengan baik untuk menyediakan menu yang sehat dan bergizi.
Standar Kesehatan dan Sertifikasi Dapur
Dalam setiap kegiatan operasional, SPPG juga diwajibkan untuk memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Sertifikat ini menjadi tanda bahwa dapur memenuhi syarat kesehatan untuk memproduksi makanan.
Nanik mengingatkan pentingnya mendaftarkan dapur untuk mendapatkan SLHS agar bisa diproses oleh Dinas Kesehatan setempat. Hal ini merupakan langkah awal dalam memastikan bahwa makanan yang disajikan aman untuk dikonsumsi.
Selain itu, ada juga keharusan bagi dapur untuk memiliki sertifikat halal, guna menjamin bahwa makanan yang disajikan tidak hanya baik dari segi gizi tetapi juga memenuhi aspek kehalalan.
Target Makanan Bergizi Gratis Tahun 2026
Dengan program Makan Bergizi Gratis yang akan dilaksanakan serentak, BGN menargetkan agar semua berjalan lancar. Nanik berharap bahwa program ini tidak hanya mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gizi, tetapi juga memperkuat sistem keamanan pangan.
“Kami ingin memastikan bahwa operasional berlangsung aman dan dapat diandalkan,” ujarnya. Langkah ini bertujuan untuk meraih kepercayaan masyarakat terhadap kualitas makanan yang disediakan.
Program ini juga akan menjadi bagian dari persiapan nasional dalam upaya menciptakan generasi yang lebih sehat dan bugar. Semua elemen harus bekerja sama untuk mencapai tujuan ini.
















