Pemerintah Thailand baru-baru ini melakukan tindakan tegas dengan menyita lebih dari dua juta inhaler herbal merek Hong Thai dari pabrik tertentu yang beroperasi secara ilegal. Langkah ini diambil mengingat perusahaan tersebut juga baru saja menarik produk dari pasaran setelah dinyatakan gagal memenuhi kriteria uji kualitas yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan Thailand.
Inhaler herbal, yang di Thailand dikenal sebagai ya-dom, biasanya digunakan untuk melegakan saluran pernapasan dan sebagai penenang saat berkendara jauh. Populer di kalangan penduduk lokal dan wisatawan, produk ini kini terancam ditarik dari pasaran karena masalah keamanan yang serius.
Pemeriksaan lebih lanjut mengungkap bahwa perusahaan ini memproduksi inhaler di lokasi yang tidak berizin. FDA Thailand menemukan bahwa lisensi produksi yang dimiliki Hong Thai hanya berlaku untuk fasilitas di Bangkok.
Proses Penarikan Produk Herbal di Thailand
Pada hari Selasa, Hong Thai Herbal mengumumkan penarikan sejumlah inhaler Formula 2 setelah gagal melewati uji kualitas mikroba. Penarikan ini menjadi langkah penting yang diambil untuk melindungi konsumen dari potensi risiko kesehatan. Dalam penyelidikan di lokasi-lokasi produksi, lebih dari 2,3 juta produk ilegal disita, termasuk sekitar 400.000 inhaler herbal.
Wakil dari FDA menyatakan bahwa tindakan ini diambil setelah perusahaan diberikan peringatan untuk mematuhi izin produksi yang diwajibkan. Meskipun peringatan tersebut dikeluarkan, Hong Thai tetap melanjutkan produksi di lokasi-lokasi yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Sekretaris Jenderal FDA, Supatra Boonserm, menegaskan bahwa semua inhaler herbal yang dinyatakan tidak aman akan ditarik dari pasaran. Tindakan ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk memastikan kesehatan dan keselamatan masyarakat terhadap produk-produk yang beredar.
Kesehatan dan Risiko Terkait Inhaler yang Terkontaminasi
Menurut informasi yang diperoleh, inhaler herbal yang terkontaminasi mikroba seperti bakteri atau jamur dapat menyebabkan iritasi pada saluran pernapasan pengguna. Bagi individu yang memiliki sistem imun yang rentan, seperti anak-anak dan orang tua, penggunaan produk ini bisa meningkatkan risiko infeksi serius.
Dr. Golda Wang, seorang apoteker klinis senior, menekankan bahwa produk terapeutik yang tidak memenuhi standar mikroba berpotensi menjadi ancaman kesehatan. Mereka yang menggunakan inhaler tersebut berisiko lebih tinggi mengalami efek jangka pendek dan jangka panjang, termasuk infeksi paru-paru.
Spesialis pengobatan pernapasan juga menjelaskan tentang potensi risiko pneumonia akibat penggunaan inhaler yang terkontaminasi. Jika seseorang terpapar mikroba melalui produk ini, ada kemungkinan untuk mengembangkan infeksi paru-paru yang serius.
Dampak Sosial dan Ekonomi dari Penarikan Produk Herbal
Penarikan besar-besaran produk herbal ini tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat, tetapi juga memengaruhi dinamika sosial dan ekonomi di Thailand. Banyak wisatawan yang mencintai produk ini untuk oleh-oleh atau sebagai barang khas bahkan mungkin kecewa dengan penarikan tersebut. Ini dapat menurunkan minat wisatawan untuk membeli produk lokal yang dianggap tidak aman.
Perusahaan yang terlibat dalam produksi herbal juga merasa dampak finansial dari tindakan pemerintah ini. Jika tidak ada tindakan preventif dari pihak berwenang, maka dapat terjadi kerugian yang signifikan pada sektor industri herbal yang legal di Thailand.
Selain itu, tindakan ini membuka peluang bagi produsen lokal yang sah untuk lebih memperkuat posisi mereka di pasar dan mengedukasi konsumen tentang pentingnya memilih produk yang aman dan teruji. Upaya penegakan hukum yang lebih ketat bisa menjadi langkah positif ke depan.
















