Ramainya pengakuan dari banyak pembaca yang merasa emosional dan mengalami kelelahan mental setelah membaca buku memoar menjadi topik yang hangat dibicarakan di masyarakat. Cerita yang disampaikan dalam buku dapat menjadi cerminan alami dari pengalaman hidup pembaca, dan hal ini seringkali menciptakan resonansi yang mendalam dalam diri mereka.
Ketika seseorang membaca kisah yang menyentuh, terutama yang berkaitan dengan pengalaman pribadi yang menyakitkan, reaksi emosional yang muncul bisa sangat intens. Banyak pembaca mengaku merasa tertrigernya perasaan dan kenangan lama yang sempat terkubur.
Dalam konteks ini, penting untuk memahami berbagai respons emosional yang mungkin dialami saat membaca. Psikolog klinis menjelaskan bahwa ini bukan hanya tentang cerita, tetapi juga tentang bagaimana cerita tersebut berinteraksi dengan pengalaman hidup kita masing-masing.
Pentingnya Memahami Respon Emosional saat Membaca Memoar
Pembaca sering kali menemukan diri mereka terbawa oleh cerita-cerita dalam memoar, apalagi jika isi cerita tersebut relevan dengan pengalaman pribadi mereka. Hal ini tidak sedikit memicu emosi yang terkubur dalam. Proses membaca menjadi lebih dari sekadar menerima informasi; itu menjadi pengalaman emosional yang mendalam.
Memoar yang mengandung konten eksplisit sering kali menciptakan rasa empati yang mendalam. Pembaca bisa merasa terhubung dengan tokoh, merasakan kesedihan, kebahagiaan, dan berbagai emosi lainnya yang dihadapi oleh penulis. Proses ini bisa membuat pembaca memahami seluk-beluk kompleksitas emosi manusia.
Namun, momen refleksi ini juga bisa berisiko. Bagi sebagian pembaca, konten yang dibaca bisa membuka luka lama yang seharusnya sudah sembuh. Karena itu, penting untuk mengenali kapan perasaan yang muncul adalah reaksi alami terhadap cerita dan kapan itu menjadi lebih dalam dan menyakitkan.
Perbedaan antara Being Triggered dan Re-Traumatized
Psikolog menyebutkan bahwa ada dua istilah penting dalam konteks ini: being triggered dan re-traumatized. Ketika seseorang mengalami being triggered, mereka merasakan emosi yang kuat, tetapi mereka tetap sadar dan tahu bahwa mereka berada di masa kini. Emosi yang muncul biasanya berlangsung hanya selama proses membaca.
Sebaliknya, re-traumatized terjadi ketika pengalaman masa lalu kembali muncul ke permukaan dengan cara yang lebih menyakitkan. Dalam kondisi ini, rasa sakit dan ketidaknyamanan tidak hanya berhenti ketika buku ditutup, melainkan bisa terus berlanjut dan mengganggu kehidupan sehari-hari.
Memahami perbedaan ini sangat penting. Hal ini membantu pembaca untuk mengenali tanda-tanda dan menentukan langkah yang perlu diambil untuk menjaga kesehatan mental mereka. Jika merasakan gejala re-traumatized, ada baiknya untuk mencari dukungan atau pembimbing yang berpengalaman dalam masalah ini.
Cara Membaca Memoar Tanpa Terlalu Terbawa Emosi
Bagi mereka yang merasa tertarik untuk membaca memoar tetapi khawatir akan dampak emosionalnya, cukup banyak cara yang bisa diterapkan. Salah satu cara penting adalah membangun kesadaran sebelum memulai. Pembaca perlu menyadari bahwa mereka memiliki hak untuk berhenti membaca kapan saja jika merasa tidak nyaman.
Salah satu teknik yang dapat digunakan adalah menjaga dual awareness. Ini berarti pembaca harus menyadari isi cerita sambil juga menyadari bahwa mereka berada di tempat yang aman. Teknik sederhana seperti merasakan kaki menyentuh lantai bisa sangat membantu dalam menjaga keseimbangan emosi.
Saat selesai membaca, penting untuk mengevaluasi keadaan diri. Jika emosi yang muncul terasa berat, melakukan perawatan diri dan teknik relaksasi bisa membantu menstabilkan sistem saraf. Ini adalah langkah penting dalam menjaga kesejahteraan mental.
Menjaga Kesehatan Mental Ketika Membaca Memoar yang Berat
Dalam membaca memoir yang mencakup tema berat, sangat penting untuk mendengar batas diri. Pemaksaan untuk terus membaca buku yang terasa terlalu menyentuh atau membuat cemas tidaklah selalu diperlukan. Memahami bahwa tidak semua kisah harus dituntaskan bisa menjadi langkah baik untuk mengontrol kesehatan mental.
Pembaca juga disarankan untuk mencari dukungan sosial. Diskusi dengan teman atau anggota keluarga tentang perasaan setelah membaca bisa sangat membantu. Terkadang, berbagi pengalaman bisa memberikan perspektif baru yang membuat seseorang merasa lebih baik.
Dengan pendekatan yang tepat, membaca memoar bisa menjadi pengalaman yang memperkaya dan membangun, bukan menghancurkan. Fokus pada cara-cara untuk melindungi kesehatan mental saat menghadapi cerita-cerita yang berat adalah langkah penting dalam proses ini.















