Rumor mengenai peluncuran smartphone layar lipat pertama dari Apple, yakni iPhone Fold, semakin menggema di berbagai platform. Dalam beberapa minggu terakhir, informasi terkait spesifikasi dan desain perangkat tersebut beredar luas di kalangan penggemar teknologi.
Salah satu sumber yang cukup diandalkan adalah akun leaker Digital Chat Station (DCS) di Weibo, yang telah memberikan beberapa bocoran menarik mengenai kehadiran iPhone Fold. Menurut kabar tersebut, perangkat ini akan memiliki beberapa fitur unik yang membedakannya dari smartphone Apple lainnya.
Dalam salah satu unggahannya, DCS mengklaim bahwa iPhone Fold akan dilengkapi dengan sensor sidik jari di sisi bodi, mirip dengan banyak ponsel layar lipat lainnya saat ini. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai kehadiran sensor Face ID, yang selama ini menjadi salah satu ciri khas perangkat Apple.
Desain dan Spesifikasi dari iPhone Fold yang Diharapkan
Berbicara mengenai spesifikasi, iPhone Fold diperkirakan akan memiliki layar utama dengan ukuran 7.58 inci yang menampilkan teknologi mutakhir. Keistimewaan dari layar ini adalah adanya kamera selfie yang ditempatkan di bawah layar, menciptakan tampilan yang lebih bersih dan tanpa gangguan.
Sementara untuk layar depannya, bocoran menyebutkan bahwa Apple akan menyematkan panel berukuran 5.25 inci. Terdapat juga lubang di layar untuk menampung kamera selfie, memberikan pengguna fleksibilitas dalam penggunaan perangkat.
Tidak hanya itu, iPhone Fold juga diperkirakan bakal memiliki dua kamera belakang, dengan salah satunya menggunakan sensor beresolusi 48MP. Fitur kamera ini diharapkan mampu memberikan kualitas foto yang tajam dan warna yang akurat.
Perkiraan Harga dan Dampaknya terhadap Pasar
Namun, pertanyaan yang mungkin muncul adalah tentang harga dari iPhone Fold itu sendiri. Menurut analis Arthur Liao dari Fubon Research, biaya material yang digunakan dalam pembuatan iPhone Fold akan berpengaruh signifikan terhadap harga jual perangkat ini di pasaran.
Dari laporan yang diterima, harga material seperti komponen engsel dan bahan logam cair, serta kenaikan harga RAM yang mencapai 75 persen dalam setahun terakhir, diperkirakan akan menyebabkan harga iPhone Fold menembus angka USD 2.399, atau sekitar Rp 39,3 juta. Ini menempatkan iPhone Fold di kategori premium dalam jajaran smartphone.
Harga tersebut lebih tinggi daripada harga iPhone 17 Pro Max 2TB, yang saat ini dijual seharga USD 1.999. Dengan perbedaan harga yang cukup signifikan, tentunya ini akan menjadi keputusan tersendiri bagi konsumen yang mempertimbangkan untuk membeli iPhone Fold di masa depan.
Prediksi Penjualan iPhone Fold dan Dampaknya bagi Apple
Sementara itu, laporan dari beberapa analis memprediksi bahwa penjualan untuk iPhone Fold dapat mencapai 5 juta unit pada tahun pertama peluncurannya. Ini menunjukkan bahwa meskipun harganya lebih tinggi, terdapat permintaan yang kuat di kalangan penggemar teknologi untuk perangkat inovatif ini.
Keberhasilan penjualan ini tidak hanya akan memberi Apple keuntungan finansial, tetapi juga memperkuat posisinya di pasar smartphone yang semakin kompetitif. Dengan masuknya Apple ke dalam segmen smartphone layar lipat, persaingan yang lebih ketat akan hadir di industri ini.
Dengan berbagai spekulasi dan rumor yang beredar, para penggemar teknologi kini tak sabar menunggu pengumuman resmi tentang peluncuran iPhone Fold. Sepertinya, penggemar Apple akan menyaksikan langkah berani perusahaan dalam menghadirkan inovasi baru di dunia smartphone.
















