Dalam rangka meningkatkan kemandirian ekonomi, pemerintah terus berupaya memfasilitasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar dapat berpartisipasi dalam pasar internasional. Salah satu langkah strategisnya adalah melalui program business matching yang telah berhasil membantu ratusan UMKM untuk terhubung dengan pembeli luar negeri.
Berdasarkan laporan terbaru, 942 UMKM telah berhasil mengikuti program ini, menghasilkan transaksi total sebesar USD 90,90 juta, yang setara dengan Rp1,4 triliun. Kira-kira 70 persen dari UMKM yang terlibat dalam program ini merupakan pelaku usaha yang belum pernah melakukan ekspor sebelumnya.
Pameran Inacraft yang diselenggarakan pada bulan Oktober 2025 menjadi momen penting untuk mempromosikan produk-produk UMKM lokal di pasar global. Raden Asyfa Fuadi, Koordinator Bidang Youthpreneur, menekankan bahwa anak-anak muda semakin diberdayakan untuk menemukan peluang di industri ekspor melalui sektor ini.
“Kami mengundang para pemuda untuk menampilkan produk mereka di area eksportir yang sudah berpengalaman. Sesuai dengan tema yang diusung, kami diberikan paviliun khusus yang hanya menampilkan showcase dari produk-produk lokal,” ujar Raden Asyfa dengan penuh semangat.
Inacraft kali ini pun menunjukkan keberhasilannya dengan kehadiran banyak calon pembeli dari luar negeri. Selain itu, sejumlah agen ekspor dari dalam negeri juga turut aktif berpartisipasi, dengan target kontrak dagang sebesar USD 2 juta selama penyelenggaraan pameran.
Peran UMKM dalam Perekonomian Nasional yang Kian Penting
UMKM memiliki peran yang sangat vital dalam perekonomian nasional. Menciptakan lapangan kerja, memberikan kontribusi terhadap produk domestik bruto, dan mendorong inovasi adalah beberapa alasan mengapa sektor ini perlu mendapatkan perhatian lebih. Melalui berbagai program dukungan, pemerintah ingin memastikan bahwa UMKM dapat bersaing secara global.
Usaha kecil seringkali dianggap sebagai tulang punggung ekonomi lokal. Dengan menyediakan produk yang beragam dan bervariasi, UMKM mampu memenuhi kebutuhan pasar yang terus berubah. Oleh karena itu, memberikan pelatihan dan akses terhadap pasar internasional adalah langkah yang sangat strategis.
Pemerintah telah merancang berbagai inisiatif untuk mendorong pengembangan UMKM. Salah satunya adalah program pelatihan yang berfokus pada peningkatan kemampuan produksi dan manajemen usaha. Dengan cara ini, diharapkan kualitas produk yang ditawarkan oleh para pelaku UMKM semakin meningkat.
Melalui pameran internasional seperti Inacraft, UMKM bisa mendapatkan lebih banyak exposure. Hal ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi mereka untuk berinteraksi langsung dengan para pembeli dan mendapatkan umpan balik secara instan. Pertemuan seperti ini sangat membantu dalam merancang strategi pemasaran yang lebih efektif di masa depan.
Selain itu, kolaborasi antara pelaku UMKM dan pihak-pihak terkait seperti lembaga pemerintah dan swasta juga sangat diperlukan. Sinergi ini akan menciptakan ecosystem yang sehat bagi perkembangan UMKM di Indonesia.
Kesiapan Pelaku UMKM dalam Menghadapi Pasar Global
Sebagai bagian dari upaya meningkatkan daya saing, pelaku UMKM perlu membekali diri dengan berbagai keterampilan yang relevan. Mengikuti pameran internasional dapat menjadi salah satu cara bagi mereka untuk memahami dinamika pasar global. Dengan memahami kebutuhan dan preferensi konsumen luar negeri, UMKM dapat menyesuaikan produk mereka dengan lebih baik.
Selain itu, kemampuan dalam memanfaatkan teknologi informasi juga akan sangat menentukan sukses tidaknya produk UMKM di pasar internasional. Digital marketing, e-commerce, dan penggunaan media sosial harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Melihat tren konsumsi global yang semakin bergeser, pelaku usaha juga perlu beradaptasi dengan cepat. Mereka harus peka terhadap isu keberlanjutan dan tren produk ramah lingkungan. Ini menjadi nilai tambah di mata pembeli yang kini lebih memilih produk yang berkelanjutan.
Pusat-pusat pelatihan dan akreditasi juga perlu didirikan untuk membantu para pelaku UMKM. Dengan adanya lembaga-lembaga ini, mereka bisa mendapatkan sertifikasi yang berlaku secara internasional, yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk mereka.
Keberhasilan UMKM dalam menembus pasar global sangat tergantung pada strategi yang tepat. Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk terus belajar dan beradaptasi dengan perubahan yang ada.
Membangun Jaringan dan Kolaborasi untuk Sukses Bersama
Jaringan yang kuat akan sangat membantu pelaku UMKM dalam mengembangkan usaha mereka. Dengan membangun koneksi yang baik, mereka dapat saling berbagi pengalaman dan informasi yang bermanfaat. Ini akan membuka peluang baru bagi kerja sama dan kolaborasi bisnis.
Dalam konteks pameran seperti Inacraft, kesempatan untuk bertemu dengan calon mitra bisnis menjadi lebih terbuka. Di sinilah pentingnya kehadiran pelaku UMKM untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dan produktif dengan pembeli dari berbagai negara.
Bagaimana mereka membangun jaringan ini? Salah satu cara yang efektif adalah dengan aktif berpartisipasi dalam forum dan seminar yang membahas seputar bisnis dan pemasaran. Melalui kegiatan ini, mereka bisa mendapatkan wawasan baru dan meningkatkan pengetahuan industri.
Perlu pula ada dukungan dari pemerintah dalam menciptakan platform yang memfasilitasi kolaborasi antar pelaku UMKM. Dengan membuat sistem yang membantu mereka untuk terhubung, akan tercipta peluang yang lebih banyak untuk perdagangan internasional.
Akhirnya, sinergi antara pemerintah, pelaku UMKM, dan juga masyarakat akan menciptakan sebuah ekosistem yang mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Bekerja sama adalah kunci untuk mencapai tujuan bersama dalam menghadapi tantangan global.
















