Seberapa sering kita menggunakan kata ‘oke’ dalam percakapan sehari-hari? Mungkin tanpa kita sadari, kata ini telah menjadi bagian penting dari komunikasi kita, baik secara langsung maupun melalui pesan teks.
Kata ‘oke’, yang dalam bahasa Inggris dikenal dengan ‘ok’, sebenarnya adalah kata yang sangat universal, digunakan dalam berbagai konteks dan situasi. Namun, tahukah kamu bahwa kata ini mempunyai sejarah menarik yang mungkin belum banyak diketahui?
Kata ‘oke’ bukan hanya sekadar istilah yang muncul begitu saja. Ia memiliki latar belakang sejarah yang cukup unik dan menarik untuk ditelusuri. Singkatnya, kata ini dianggap sebagai sebuah lelucon yang berkembang di kalangan masyarakat pada zaman dahulu.
Asal Usul Menarik Kata ‘Oke’ dan Sejarahnya
Dalam buku berjudul OK: The Improbable Story of America’s Greatest Word, seorang penulis bernama Allan Metcalf telah menjelaskan sejarah kata ‘oke’. Metcalf mengungkapkan penggalian kata ini berdasarkan penelitian oleh Allen Walker Read, seorang sejarawan dan ahli bahasa terkemuka di Amerika Serikat.
Penelitian Read menunjukkan bahwa kata ‘oke’ awalnya muncul dalam sebuah artikel humor di Boston Morning Post pada tahun 1839. Dalam konteks ini, kata tersebut digunakan sebagai sindiran dari seorang editor surat kabar kepada koleganya di industri yang sama.
Di dalam artikel tersebut, terdapat kalimat ‘all correct’ yang disingkat menjadi ‘(ok)‘. Hal ini menciptakan sebuah penyingkatan yang menarik perhatian, karena tidak sesuai dengan kemestian aturan tata bahasa yang umum berlaku saat itu.
Perkembangan dan Penggunaan Kata ‘Oke’ Seiring Waktu
Seiring berjalannya waktu, kata ‘oke’ mulai menerima tempatnya dalam kosakata sehari-hari. Meskipun sempat dianggap lelucon, kata ini telah dikembangkan menjadi istilah yang umum digunakan untuk menandakan persetujuan atau penerimaan.
Dalam beberapa tahun setelah artikelnya ditulis, kata ‘oke’ mulai meresap ke dalam berbagai penggunaan, menjadikannya salah satu istilah yang sering muncul dalam percakapan sehari-hari. Abad ke-20 menyaksikan pertumbuhan signifikan penggunaan kata ini yang meluas ke berbagai negara dan budaya.
Dari berita harian hingga percakapan santai di media sosial, kata ‘oke’ telah melintasi batasan bahasa. Hal ini menunjukkan bagaimana kata tersebut mampu beradaptasi dan bertahan dalam lingkup komunikasi modern.
Kontroversi Seputar Asal Usul Kata ‘Oke’
Walau banyak yang sepakat bahwa kata ‘oke’ muncul dari artikel di Boston Morning Post, ada beberapa teori alternatif tentang asal-usulnya. Beberapa orang percaya bahwa kata ini berasal dari produsen biskuit tentara yang bernama Orrin Kendall.
Teori lain menyebutkan bahwa ‘oke’ mungkin berasal dari nama seorang kepala suku Choctaw bernama Old Keokuk. Namun, klaim-klaim tersebut tidak memiliki landasan penelitian yang sama kuatnya seperti yang ditunjukkan oleh Allen Walker Read.
Pada tahun 1960-an, Read berhasil mengungkap lebih dalam mengenai sejarah ‘oke’ yang sesungguhnya. Penelitian ini memberikan kejelasan dan mengkonfirmasi bahwa kata tersebut sebenarnya berasal dari pemakaian humoris dalam konteks sosial saat itu.