Seorang bocah laki-laki berusia enam tahun mengalami patah hidung yang cukup serius saat berkunjung ke Jewel Changi Airport selama liburan sekolah. Insiden terjadi pada tanggal 10 Desember 2025 ketika anak tersebut terjatuh dari wahana Walking Net, yang dirancang untuk memberikan pengalaman unik bagi pengunjung.
Wahana Walking Net ini terletak 25 meter di atas tanah dan memberikan sensasi seperti berjalan di atas jaring. Pada saat kejadian, bocah tersebut berlari dan kehilangan keseimbangan, yang membuatnya jatuh ke platform kayu di bawahnya.
Bersama ibunya, yang dikenal sebagai Anna, serta saudara laki-lakinya yang berusia sembilan tahun, insiden ini sangat mengejutkan mereka. Anna mengungkapkan bahwa ia tidak menyadari putranya sedang berlari dan hanya melihatnya terjatuh tanpa bisa berbuat banyak.
Detail Kejadian Insiden di Walking Net yang Mengkhawatirkan
Insiden ini membawa dampak yang cukup besar bagi keluarga bocah tersebut. Anna teringat betapa mengerikannya melihat wajah putranya berlumuran darah akibat luka yang dialaminya. Staf di tempat tersebut segera memberikan pertolongan pertama begitu menyadari kejadian tersebut.
Ayah dari bocah tersebut, yang hanya ingin diidentifikasi sebagai Richard, menjelaskan bahwa anaknya mengalami luka robek di pangkal hidung. Setelah insiden tersebut, bocah itu segera dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan yang lebih intensif.
Richard menambahkan bahwa anaknya harus menjalani operasi patah tulang hidung keesokan harinya. Operasi tersebut tidak hanya menimbulkan rasa sakit, namun juga mengakibatkan lebih dari 30 jahitan di wajahnya.
Tanggapan Keluarga dan Penyebab Kecelakaan yang Dikhawatirkan
Keluarga bocah tersebut sangat terkejut dan merasa khawatir tentang cedera yang dialami. Richard mengungkapkan rasa sedih dan menyesal melihat anaknya harus mengalami bekas luka permanen akibat insiden tersebut. Ia menegaskan bahwa bekas luka ini akan menjadi pengingat yang tak terlupakan dalam hidup anaknya.
Dengan pernyataan tersebut, ia juga menunjukkan keinginan agar pihak pengelola wahana lebih memperhatikan keselamatan pengunjung. Menurut Richard, jika area jatuh dilengkapi dengan proteksi yang tepat, cedera seperti ini dapat dihindari.
Jalan cerita ini semakin kompleks ketika Richard menceritakan pengalaman mereka saat mencari perawatan medis. Awalnya, mereka dibawa ke Rumah Sakit Umum Changi, namun harus pindah ke Rumah Sakit Wanita dan Anak KK akibat waktu tunggu yang lama dan seriusnya cedera yang dialami bocah tersebut.
Pelajaran yang Bisa Diambil dari Insiden Tragis Ini
Insiden ini memberikan pelajaran berharga mengenai pentingnya keselamatan pada wahana rekreasi. Semua pihak, terutama penyedia layanan, perlu berkomitmen untuk memastikan bahwa setiap wahana dilengkapi dengan langkah-langkah keselamatan yang memadai. Keluarga bocah ini berharap cerita mereka dapat memperhatikan hal tersebut dan mencegah terulangnya insiden serupa.
Sebagai pengunjung, penting bagi kita untuk selalu waspada dan menjelaskan kepada anak-anak tentang risiko yang mungkin terjadi di wahana. Dengan meningkatkan kesadaran ini, diharapkan dapat mengurangi kemungkinan cedera serius di masa mendatang.
Di sisi lain, tindak lanjut dan kebijakan dari pihak pengelola juga diperlukan untuk menjawab kekhawatiran dari pengunjung lain. Membuat area yang lebih aman dan nyaman saat berkunjung ke wahana menjadi tanggung jawab bersama agar insiden serupa tidak terjadi lagi.
















