Tensi antara India dan Pakistan terus memanas di tengah konflik berkepanjangan di Kashmir, yang melibatkan dua negara bersenjata nuklir ini. Perjuangan untuk kekuasaan dan pengaruh di kawasan ini tidak hanya mempengaruhi hubungan bilateral, tetapi juga berdampak pada stabilitas regional, termasuk bagi Cina sebagai raksasa yang mengawasi dari dekat.
Pada 20 Agustus lalu, India berhasil melakukan uji coba Agni-V, rudal balistik jarak menengah yang menjadi salah satu andalan mereka. Rudal ini, yang memiliki panjang 17,5 meter dan berat 50.000 kg, dapat membawa hulu ledak nuklir dan memiliki jangkauan lebih dari 5.000 km, membuatnya menjadi ancaman serius bagi lawan-lawan di kawasan termasuk Pakistan dan Cina.
Uji coba ini berlangsung hanya seminggu setelah Pakistan membentuk Komando Pasukan Roket Angkatan Darat (ARFC), yang bertujuan untuk memperbaiki postur pertahanan mereka setelah mengalami kekalahan signifikan di tangan India. Meskipun demikian, pengamat menilai bahwa uji coba Agni-V lebih merupakan pesan kepada Cina, mengingat jangkauan rudal tersebut mencakup sebagian besar Asia.
Perilaku Militer dan Diplomasi di Asia Selatan
Perdana Menteri India, Narendra Modi, menjalani kunjungan penting ke Cina untuk menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai setelah hubungan keduanya mulai mencair. Situasi ini, meskipun menjanjikan, tetap dibayangi ketegangan sejarah antara kedua negara, serta pengaruh hubungan luar negeri yang lebih luas dengan AS dan Rusia.
Belakangan ini, India melanjutkan pengembangan program rudal jarak menengah dan jauh, dengan Agni-V sebagai langkah signifikan. Para ahli berpendapat bahwa pengembangan ini bukan hanya untuk respons terhadap Pakistan, tetapi lebih sebagai strategi menghadapi ancaman dari Cina di kawasan yang semakin kompleks ini.
India berupaya menunjukkan bahwa mereka mampu mempertahankan dan meningkatkan kekuatan militernya di wilayah itu, yang juga dimaksudkan untuk memperkuat posisinya di sebelah tatanan dunia global yang lebih luas. Dalam proses ini, India berusaha untuk tidak menganggap remeh kekuatan militer Cina yang terus berkembang.
Persaingan Rudal yang Menghimpit Asia Selatan
Ambisi perlombaan senjata antara India dan Pakistan semakin memanas, di mana kedua negara berupaya untuk mengembangkan sistem rudal dengan jangkauan yang lebih jauh. Pakistan baru-baru ini meluncurkan rudal Fatah-4, yang mampu menyerang target hingga jarak 750 km, menunjukkan kesiapan mereka menghadapi tantangan dari India.
Sementara itu, India tengah merancang Agni-VI, yang diperkirakan akan memiliki jangkauan lebih dari 10.000 km. Rudal ini dilengkapi dengan kemampuan untuk membawa multipel hulu ledak yang dapat diarahkan ke target yang berbeda, meningkatkan efektivitas serangan dan daya hancurnya.
Dalam konteks ini, pengamat keamanan mencatat bahwa Pakistan berada di posisi defensif dalam perlombaan senjata ini. Meskipun mereka mengembangkan sistem MIRV, kemampuan rudal mereka masih tertinggal dibandingkan dengan India yang telah membuat kemajuan signifikan dalam teknologi rudal mereka.
Strategi dan Tujuan jangka Panjang
Ada perspektif yang berbeda tentang tujuan pengembangan senjata nuklir di kedua negara. Sementara Pakistan melihat programnya sebagai respons terhadap agresi India, India berfokus pada proyeksi kekuatan global, terutama terhadap Cina. Hal ini menunjukkan perbedaan mendasar dalam tujuan strategis keduanya.
Pengembangan sistem rudal baru yang dilakukan India dapat diartikan sebagai upaya untuk memperkuat kapal selam bertenaga nuklir yang mampu menembakkan rudal, memberikan mereka keunggulan lebih dalam hal penangkalan. Secara keseluruhan, India berupaya untuk memastikan bahwa mereka memiliki kemampuan yang cukup untuk menjaga stabilitas di kawasan, sekaligus meningkatkan pengaruhnya di arena internasional.
Ahli strategi juga menyoroti bahwa pengembangan rudal Pakistan tidak sepenuhnya terfokus pada India, tapi juga pertimbangan terhadap negara-negara lain dengan potensi ancaman termasuk Israel dan Amerika Serikat. Dengan demikian, strategi militer negara-negara ini di Asia Selatan mencerminkan keadaan yang kompleks dan dinamis, di mana risiko konflik senantiasa mengintai.