Paspor Indonesia telah mendapatkan peringkat baru yang cukup menggembirakan di tingkat internasional. Di awal tahun 2026, paspor tersebut tercatat pada peringkat ke-59 dalam daftar global, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam aspek mobilitas internasional.
Menurut laporan terbaru, terdapat 43 negara yang memberikan kebebasan visa bagi pemegang paspor Indonesia. Selain itu, negara-negara lain menyediakan berbagai kemudahan yang semakin menunjang perjalanan bagi warga negara Indonesia.
Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia semakin diakui di kancah global, meskipun masih banyak tantangan yang harus dihadapi. Dengan kebijakan ini, diharapkan warga Indonesia dapat menjelajah dunia dengan lebih leluasa tanpa harus menghadapi proses visa yang rumit.
Berita lainnya datang dari dunia mode, di mana G-Dragon, seorang ikon Korea Selatan, menunjukkan kreativitasnya melalui perhiasan. Kalung unik berbentuk bandana yang dipesan khusus olehnya menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta fashion.
Desain kalung tersebut menarik perhatian karena strukturnya yang terinspirasi oleh gaya khas sang penyanyi. Permata yang digunakan pada kalung ini menggambarkan keindahan yang tiada tara, membuatnya layak menjadi perhiasan ikonik dalam jagat mode.
Paspor Indonesia dan Status Mobilitas Internasional yang Meningkat
Kenaikan peringkat paspor Indonesia membawa harapan baru bagi para pelancong. Mobilitas yang lebih baik memungkinkan warga Indonesia untuk menjelajahi berbagai destinasi tanpa harus terhambat oleh administrasi visa yang rumit.
Untuk mencapai peringkat ini, Indonesia bekerja sama dengan berbagai negara untuk menandatangani perjanjian bebas visa. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan hubungan internasional dan mempermudah interaksi antar negara.
Fasilitas yang disediakan beragam, mulai dari visa on arrival hingga electronic travel authorization (eTA). Ini memberikan kemudahan bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan jauh dari rumah tanpa birokrasi yang menyulitkan.
Inovasi G-Dragon dalam Dunia Perhiasan dan Mode
G-Dragon tidak hanya dikenal sebagai musisi, tetapi juga sebagai figur penting dalam industri mode. Pesanan kalung bandana yang dilengkapi dengan permata berkilau mencerminkan gaya dan inovasinya.
Kalung tersebut menampilkan liontin yang elegan, menunjukkan bahwa G-Dragon memiliki selera tinggi dalam memilih aksesori. Desain ini memungkinkan penggemar untuk melihat sisi lain dari sang bintang yang tidak hanya berbakat dalam musik, tetapi juga dalam fashion.
Keberanian G-Dragon untuk bereksperimen dengan desain perhiasan juga menciptakan tren baru di kalangan desainer muda. Hal ini menjadi inspirasi bagi banyak orang di industri fashion untuk lebih berani dalam berkreasi.
Isu Tenaga Kerja di Industri Mode: Skandal yang Menghadapi IICOMBINED
IICOMBINED, yang mengelola merek kacamata dan label kecantikan terkenal, sedang menghadapi kritik tajam. Tuduhan eksploitasi tenaga kerja muncul dari berbagai sumber yang mengklaim adanya kondisi kerja yang tidak manusiawi.
Banyak desainer, baik yang masih aktif maupun mantan karyawan, mulai berbicara mengenai beban kerja yang sangat tinggi. Laporan menunjukkan bahwa mereka sering kali harus melakukan lembur tanpa kompensasi yang layak.
Budaya kerja yang kaku di perusahaan ini menciptakan tekanan besar bagi karyawan. Dengan kontrak yang menyatakan 47,5 jam kerja seminggu, kenyataannya sering kali jauh lebih dari itu, demi memenuhi target yang sering kali tidak realistis.
















